Showing posts with label bandung culinary. Show all posts
Showing posts with label bandung culinary. Show all posts

Batagor & Siomay Kingsley

Siapa yang ngga tau batagor kingsley?

Setelah muter-muter bandung, dari tujuan utama sampai urusan perut dan belanja udah beres, rasanya ngga puas kalo pulangnya ngga bawa tentengan ini batagor ya. Apalagi ini jadi upeti buat si mama, hahaha. Batagor yang harganya makin lama makin aduhai ini (Rp 8.000/biji! sebiji! muke gileee!) terletak di jalan veteran, bandung. Memang batagornya terkenal enak sih, jadi walaupun harganya begitu tetep aja rame dan sekali mesen bawa pulang bisa sampe berkardus-kardus. Bisa ditebak, sebagian besar pelanggannya bukan orang bandung. Soalnya kata kak nane yang asli bandung, sebenernya ada batagor yang jauh lebih enak dan lebih murah dari kingsley ini. Well, the brand speaks here yah? Di sini selain batagor juga ada siomay yang harganya sami mawon mahalnye. Untungnya batagor dan siomaynya lumayan gede, jadinya biar cuma makan 2 biji juga lumayan nendanglaaah.

 batagor kingsley

 the packaging




suasana batagor & siomay kingsley

Kambing Bakar Cairo

Ini adalah highlight of the day dari wisata bandung kita. Kambing bakar yang katanya super enak dengan porsi super nendang ini terletak di jalan geger kalong hilir 25/27. Tempatnya ngga begitu besar tapi cukup nyaman dengan tipe terbuka. Adem semriwing gimana gitu malem-malem gitu.

Malam itu tentunya kita berempat memesan kambing bakar cairo sebagai menu andalannya, cuma ukurannya aja beraneka ragam. Saya dan kak nane yang paling waras memesan yang ukuran standar, 250 gram (Rp 30.000). Si pacar yang beberapa tingkat lebih rakus dari kita memesan yang jumbo seberat 350 gram (Rp 42.000) dan kak danang memesan yang super jumbo seberat 500 gram (Rp 57.000). Buset ya para laki, itu habis pula mereka (dan menjajah bagian para wanitanya). 

Untuk si kambing bakar sendiri ada daging yang bagian paha, punggung, dan iga. Saya dan si kak danang yang pecinta lemak memesan yang bagian iga. Si pacar yang ngga suka lemak memesan paha dan kak nane entah apa alesannya memesan punggung. Rasanya enakkkkk semua! Bahkan bumbu kecapnya juga enak banget menurut saya, padahal saya ngga gitu suka sama kecap. Tapi daging yang paling cihuy (dan berkolesterol) tentunya yang iga dong! Puas banget sama lemak-lemaknya, hahaha. Untuk nasi putih harga perporsinya adalah Rp 3.000. Untuk minumannya si pacar memesan jus strawberry (Rp 10.000) sebagai penetral lemak (ceritanyaaaa!) dan kita bertiga sisanya memesan teh tawar anget yang murah (Rp 1.000). Kita pastinyo bakal balik kesini kalau ke bandung! Definitely! Emang mantep-tep-tep!

 kambing bakar cairo 250 gram punggung

 kambing bakar cairo super jumbo 500 gram iga

 kambing bakar cairo jumbo 350 gram paha

 kambing bakar cairo 250 gram iga

 nasi putih

 jus strawberry

 teh tawar anget

sayuran dan bumbu kecap
 
pamflet kambing bakar cairo

Mangkok Ayam

Ini dia tempat kuliner berikutnya yang kita tuju. Mangkok ayam ini terletak dalam setiabudhi supermarket. Kenapa mangkok ayam padahal saya alergi ayam? Yah soalnya diiming-imingin kalo di sini ngga cuma ada ayam, ada nasi hainan bebek yang rasanya cihuy. Akhirnya luluhlah saya, hehe. Lagipula laper banget bo, apa ajalah yang deket!

Sesuai rencana, saya memesan nasi hainan bebek (Rp 32.000) dan liang tea (Rp 6.500). Nasi hainan bebeknya enak dan porsinya cukup banyak (cukup buat si pacar bisa menjajah juga). Ada telor pindangnya juga (damn! ayam dan telor!). Kuahnya si nasi hainan juga gurih. Untuk liang tea rasanya unik dan ada jelly-jelly begitu deh (norak). Makanan di sana cukup banyak kok variasinya, sayangnya saya udah ngga gitu konsen liat menu lain. Abis kenyang bawaannya pengen kabur belanjaaaa! Hehehe.

 nasi hainan bebek

 kuah nasi hainan bebek

 liang tea

aneka ayam dan bebek yang dipamerkan
 

suasana rumah ayam

Q'meals

Sekarang adalah gilirannya kuliner dari bandung.

Weekend kemarin saya dan pacar (akhirnya ketemuuu!) berkunjung ke bandung dan akhirnya double date sama kakaknya pacar dan pacarnya. Akhirnya bisa kesampean ketemu dan double date ya kak nane! Kita dateng lumayan pagi dan setelah urusan utama selesai, waktunya perut diurus. 

Kita akhirnya sarapan di Q'meals, spot makan yang terletak di dekat unpar jalan ciumbuleuit, bandung. Tempatnya ngga begitu besar tapi bersih dan cukup nyaman dan unik (menunya ditemplokin di botol lho!). Untuk menunya sendiri cukup bervariasi dan yang sedikit membuat kita (para warga jogja) ini kaget adalah harga makanannya. Lumayan mahal ya, hahahaha. Yah dibandingin sama jogja sih, mungkin sebenernya juga standar. Sayangnya lagi adalah pagi itu belum semua makanan tersedia, dan akhirnya kita cuma memesan chicken olio (kalo ngga salah namanya sih begitu, hehe) dan vegetables fried rice (namanya kayanya bukan ini) buat saya. Chicken olio-nya sendiri adalah ayam bakar yang disajikan dengan nasi. Rasanya enak, tapi mungkin dishes-nya kurang rame ya. Untuk harga si chicken olio sendiri adalah Rp 38.000. Untuk vegetables fried rice-nya sebenernya lumayan, tapi sayangnya si mas lupa kalo saya mesen tanpa telor, jadi deh dikasi telor dan telornya juga diorak-arik sama nasi gorengnya. Alhasil saya cuma makan sedikiiiiit, dan masih kelaperan, hiks. Untuk harga si vegetable fried rice adalah Rp 32.000. Untuk minumannya kami memesan black coffee (Rp 14.000) dan ice lemon tea (Rp 10.000). Bisa ditebak ngga kalo saya langsung nyeret pacar buat pindah tempat makan? Masih sangat laper booo!

 chicken olio

 vegetables fried rice

 black coffee

 ice lemon tea


 botol menu Q'meals

suasana Q'meals