Showing posts with label solo culinary. Show all posts
Showing posts with label solo culinary. Show all posts

Timlo Sastro

Ini adalah kuliner terakhir kami di solo, kaya yang udah saya bilang kalo ngga sempet foto semua makanan yang kami coba, langsung lewat jalan tol menuju lambung itu makanan. Timlo sastro aslinya berlokasi di pasar gedhe yang sayangnya hanya buka di pagi hari dan tempatnya juga nyempil dan tentunya ada di area pasar. Nah, yang kami datangi ini adalah cabangnya, berlokasi di jalan dr. wahidin dan terletak di ruko, jadi otomatis lebih bersih dan luas, juga buka sampai sore/malam. Saya memesan seporsi timlo komplit (Rp 14.000) yang memiliki topping potongan sosis solo (semacam risoles telor), ati ampela, telor pindang, dan daging. Si pacar memesan seporsi timlo daging kuah (Rp 12.000) yang tentunya isinya cuma daging saja, tapi dia kemudian memesan seporsi sosis solo kering (Rp 6.000) karena merasa timlonya terlalu sepi, hoho. Untuk minuman saya memesan es beras kencur (Rp 4.000) dan pacar memesan jeruk anget (Rp 3.000). Oh iya, si pacar juga tambah seporsi nasi putih (Rp 3.000), tapi dengan harga timlo itu sebenernya udah termasuk nasi juga yaaa.. Rasa timlonya cukup enak dan segar, mungkin biar lebih mantap bisa minta jeruk nipis ke masnya ya, soalnya di meja ngga disediakan. Oh iya, minuman lupa difotoooo!

 timlo komplit

 timlo daging kuah

 sosis solo kering

nasi putih

Nasi Liwet Wongso Lemu

Watch out people, perhatikan labelnya, ini bukan jogja culinary, tapi solo culinary yaa. Mulai sekarang blog ini bakal menerapkan label kuliner buat tiap kota, siapa tau penulisnya pulang kampung ato melancong ke manaaa gitu, kan bisa tetep nulis, hehe. Kemarin saya dan pacar wisata singkat ke solo, yah tujuannya sih buat wisata kuliner dan berburu batik (cuma pacar yang dapet, hiks). Sebenernya jelajah kuliner kami lumayan banyak, tapi ngga semuanya sempet difoto, sayang ya? Macem gudeg ceker yang mantep itu masuk perut aja tanpa difoto, huhu. Yah kuliner pertama kami adalah nasi liwet wongso lemu yang terletak di jalan teuku umar, keprabon. Begitu masuk ke jalan teuku umar kami bingung, lho kok ini kanan-kiri jalan semua penuh sama 'nasi liwet wongso lemu'. Mana yang asli?? Ternyata kata si tukang parkir sama aja kok semuanya, kakak-adek gitu, buset, berapa bersaudara yah? Ya pokoknya saya, pacar, dan seorang temen masuk ke salah satu warung dan langsung memesan nasi liwet. Si pacar memesan nasi liwet dengan paha bawah ayam, saya memesan nasi liwet dengan ayam suwir dan tahu, sedangkan temen memesan nasi liwet dengan ayam suwir. Untuk minumnya mereka berdua pada mesen teh sementara saya memesan wedang ronde. Untuk pesanan saya harga nasi liwet dengan ayam suwir dan tahu itu Rp 9.000 dan wedang rondenya Rp 5.000. Untuk pesanan si pacar kayanya Rp 16.000 deh, kalo temen lupa harganya, haha. Yang menarik di sini ada segerombolan ibu-ibu sinden yang ngamen, lengkap dandanannya pake kebaya, sanggul ban vespa, plus make up lenong!

 nasi liwet + ayam suwir + tahu

wedang ronde