Bumbu Desa

Yeah, gara-gara makan pepes di Ampera kemarin saya dan pacar jadi ketagihan sama pepes ikan mas. Akhirnya malam kemarin saya dan pacar berburu pepes ikan mas di Bumbu Desa yang terletak di Jalan Kartini No 8 Sagan. Begitu masuk restoran kami langsung disambut dengan teriakan "WILUJENG SUMPIIIIING!" yang sangat keras, itu artinya selamat datang dalam bahasa Sunda.

Cara memilih makanan di Bumbu Desa adalah kita langsung melihat dan memilih ke standnya yang terletak berbagai macam makanan, mulai dari ikan, ayam, empal, dendeng, hingga sayuran. Ikannya juga banyak, ada gurame, ikan mas, bandeng, dll. Ikannya dimasak dengan berbagai cara, ada yang pepes, ada juga goreng, bakar, atau asam manis. Ayamnya juga ada yang bumbu pedas, goreng, dan bakar. Untuk sayuran disajikan berbagai macam tumis seperti tumis brokoli, tumis tutut (sejenis kerang), tumis kangkung, dll. Untuk pilihan nasi tersedia nasi putih, nasi merah, dan nasi liwet. Setelah memilih makanan, kami dipersilahkan mengambil lalap dan sambel sepuasnya. Sambelnya juga macam-macam, si pacar mengambil sambel bawang dan sambel terasi. Saya sih stay away dari segala macem sambel! Setelah itu kami duduk di meja yang telah disiapkan dan langsung diberi buku menu untuk memesan minum. Berhubung telah diberi teh tawar anget gratis, hanya saya yang pesan minum yaitu es dawet, hoho!

Untuk harga, maaf semaaf-maafnya karena ngga sempet nyatet dan nanya-nanya. Yang jelas range harganya mulai dari Rp 4.000 dst. Untuk menu yang kami pesan tadi malam adalah pepes ikan mas (Rp 27.000), nasi putih (Rp 4.000/porsi), nasi merah (Rp 4.000/porsi), sayur asem (Rp 7.000), tumis brokoli (Rp 7.000), dan es dawet (Rp 10.000). Dawetnya warna putih lho! Yang recommended menurut kami adalah pepes ikan masnya, nagih! Si pacar malah pengen makan pepes ikan mas setiap hari. Boleh deh, asal makan pagi sama siang indomie aja ya sayang, hahaha!

 es dawet

 teh tawar anget (free!) + tumis brokoli + lalap dan sambel

 nasi merah

 sayur asem

 pepes ikan mas


pilihan makanan













Extra review!!

Sejak saat itu, saya dan pacar lumayan sering menyambangi Bumbu Desa untuk menyantap pepes ikan mas-nya yang emang nagih. Mungkin seminggu minimal sekali yaa, hehe. Tapi beberapa hari lalu kami mencoba menu lain, yaitu ayam bakar. Harganya Rp 11.000, rasanya enak sih, tapi sayangnya mungil dan kurus. Dimakanin WRP kali yah tuh ayam, hiks!


 ayam bakar

 

4 blabs:

Poo said...

laras,
bumbu desa ternyata harganya ga mahal2 banget yah? malah masih mahal dapur mamie? ^^
pepes ikan masnya enak mana sama amper say?

eniewi, ada award buat kamu. cek my blog yaaa. tengkiuuu ^^

March 30, 2011 at 10:32 AM
Laras Prabandini Sasongko said...

iya kok Poo, ngga mahal banget. Menurutku sih enakan Bumbu Desa, lebih lembut sama rempahnya kerasa hehehe. Wow, award apaaaa? Aku cek yaa, tapi makasih banget sebelumnyaaaa :D

March 31, 2011 at 10:28 AM
Angelin Ayu Palupi said...

mbak ayas..
bumbu desa emang juara!
nasi liwet bumbu desanya enak banget looo...
sama sambel oncomnyaa...
hee...

btw, salam kenal ya mbaa...sesama suka makaan =)

May 23, 2011 at 8:00 AM
Laras Prabandini Sasongko said...

nasi liwetnya enak siiih, tapi menurutku yang paling nagih tetep si pepes ikan mas, hehe! salam kenal juga yaaa :D

May 28, 2011 at 7:44 PM

Post a Comment